Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka


Di Sumatra Utara : Banyak Guru Honorer Hanya Bergaji Rp 200 Ribu Perbulan

Di Sumatra Utara : Banyak Guru Honorer Hanya Bergaji Rp 200 Ribu Perbulan
Medan-suaraperubahan.co-Ratusan guru honor mengatasnamakan Forum Honorer Katagori 2 Indonesia yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Serdang Bedagai, Deliserdang, Langkat dan Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan pada Rabu (25/10) sekitar pukul 11:00 WIB.
Fahrul Lubis SP.d selaku kordinator Forum Honorer Katagori 2 Indonesia digedung DPRD Sumut meminta agar ketua DPRD Sumut membantu dan memperhatikan nasib guru honorer yang ada di Sumatra Utara.
“Apresiasi perjuangan DPRD Sumut terhadap penyelesaian honorer K2 dengan terbukti pengangkatan sebagian honorer K2 menjadi PNS tahun 2013. Belum selesainya persoalan honorer K2 dengan akan direvisi UU ASN oleh DPR RI sebab itu kami (ratusan guru honorer) Sumut meminta DPRD Sumut melanjutkan perjuangan untuk pengangkatan honorer K2 yang tersisa menjadi PNS. Honorer K2 yang tersisa bukan karena ketidakmampuan dan kualitas, karena sampai saat ini pemerintah tidak pernah mengumumkan hasil seleksi honorer K2 pada ujian tahhun 2013 dan pemerintah tidak memenuhi janji untuk memberikan apirmasi kepada honorer yang tua dan lama bertugas, sehingga yang tersisa hari ini kebanyakan berusia diatas 35 tahun dan telah lama bertugas dengan ketidakadilan ini kami meminta kepada DPRD Sumut untuk sungguh-sungguh memperjuangkan nasib honorer Kategori 2. Kami meminta kepada DPRD Sumut untuk melanjutkan aspirasi ini ke komisi II DPR RI Panja Revisi UU ASN dan Menpan RI,” ujar Fahrul.
Lanjut Fahrul menjelaskan bahwa kondisi guru honorer saat ini sangat miris. Diantaranya, bermohon kebijakan dari Presiden Republik Indonesia.
“Revisi UU ASN, Menpan tolong jadikan kami PNS dan kepala daerah tolong jelaskan surat penugasan bagi guru SD/SMP secepatnya direalisasi dan masih banyak guru honorer yang belum menerima gaji. Selain itu, masih banyak guru honorer yang bergaji dibawah standart. Masih ada juga guru honorer bergaji Rp 200 ribu, Rp 300 ribu Perbulan,” ujar Fahrul menjelaskan.
Tak lama, ratusan guru langsung disambut oleh Sutrisno Pangaribuan ST, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan dan komisi C.
“Aspirasi dari bapak dan ibu guru honorer akan saya sampaikan kepada pimpinan DPRD Sumut, nantinya akan segera dicari solusi yang terbaik untuk bapak dan ibu guru honorer,” ujarnya menjelaskan.
Sutrisno juga merasa prihatin dengan nasib guru honorer yang mendapatkan upah rendah.
“Seharusnya pemerintah mengutamakan gaji guru honorer, pembangunan daerah bisa ditunda, tapi kalau gaji guru honor ditunda, kasihan nasib mereka. Inilah yang harus dipikirkan pemerintah, nantinya dalam APBD Tahun 2018, saya akan perjuangkan agar guru honorer mendapatkan bantuan yang sewajarnya,” ujarnya menjelaskan.(REZA)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan