Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

Ditinggal Istri Karena Mengalami Kelumpuhan, Alimuddin Berjuang Membesarkan 5 Anaknya Keliling Kota Medan Jadi Parbotot

Ditinggal Istri Karena Mengalami Kelumpuhan, Alimuddin Berjuang Membesarkan 5 Anaknya Keliling Kota Medan Jadi Parbotot

Medan-suaraperubahan.co-Alimuddin (50) beralamat di Kota Medan bersama anaknya Riski harus berjalan puluhan kilo meter setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya.

Lima tahun yang lalu, Alimuddin bekerja di perkebunan swasta sebagai pekerja lapangan. Namun dikarenakan suatu kecelakaan lalu lintas, dirinya menjadi cacat dan tidak bisa berjalan seperti orang-orang yang lainnya.

Tidak bisa bekerja seperti biasanya, perkebunan akhirnya memberhentikan Alimuddin. Kemudian Alimuddin memilih bekerja mencari barang-bekas.

Meski kaki telah lumpuh, tidak menyurutkan semangatnya, dengan berjalan duduk dan dibantu tangannya, setiap harinya Alimuddin bersama anaknya mengelilingi Kota Medan mencari barang bekas/tidak terpakai lagi untuk dijual kembali (parbotot).

Dikarenakan sambil berjalan bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun, banyak mata memandang dan tertuju kepadanya. Bagaimana tidak, Alimuddin berjalan duduk menyeret sambil membawa goni dan ditemani oleh anaknya. Setiap mata memandang pastinya akan menimbulkan rasa kasihan kepadanya.

Tidak sedikit orang/pengendara yang memberikan bantuan setiap melihat Alimuddin dan anaknya yang berjalan dipinggiran jalan Kota Medan.

Ditemui di Jalan Juanda, Kecamatan Medan Kota pada Jumat (22/12) sekitar pukul 22:00 WIB, Alimuddin menceritakan kehidupannya.

Awalnya Alimuddin hidup berbahagia dengan anak dan istrinya, namun dikarenakan kondisinya yang lumpuh hingga tidak bisa berjalan seperti manusia normal. Istri tercintanya malah pergi meninggalkannya bersama dengan 5 orang anaknya.

“Sekitar 2 tahun yang lalu, istri saya meninggalkan saya dan 5 orang anak. Semenjak ditinggalkannya, anak-anak tinggal sama neneknya. Ini (Rizki) anak saya nomor 3,” ujar Alimuddin.

Kepada wartawan, Alimuddin mengatakan bahwa 3 anaknya masih tetap bersekolah meskipun dirinya menderita kelumpuhan.

“Gita Sugianti duduk di Kelas 5 SD, Ridho Saputra duduk di Kelas 4 SD, Muhammad Riski duduk di Kelas 1 SD, Inur berusia 5 tahun dan Melly berusia 4 tahun,” ungkapnya.(REZA).(Bersambung)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan