Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

dr. Untung Suseno Sutarjo M.Kes Kunker Ke Nias

dr. Untung Suseno Sutarjo M.Kes Kunker Ke Nias

Nias-suaraperubahan.co-dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI bersama rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Nias pada Selasa (14/11) dan disambut oleh Bupati Nias Sokhi’atulo laoli, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, kepala dinas dan kepala kantor terkait lingkup Pemkab Nias, Direktur RSUD Gunungsitoli, Dewan pengawas RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, serta kepala BPJS Kesehatan cabang Gunungsitoli.

Bupati Nias pada sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Sekjend Kementerian Kesehatan RI bersama rombongan atas kehadirannya untuk mengikuti pertemuan dalam rangka kunjungan kerja dan pembinaan wilayah Sekretaris Jenderal Kementerian kesehatan RI khususnya di RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias.

Dikesempatan itu, Bupati memaparkan sekilas kondisi kesehatan di Kabupaten Nias yang masih dihadapkan pada masalah-masalah mendasar serta permasalahan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang optimal, antara lain derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah, tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular seperti penyakit malaria, demam berdarah, rabies, penyakit diabetes tekanan darah tinggi dan HIV/AIDS.

“Bahkan Keadaan tenaga kesehatan saat ini, masih ada 5 (lima) Puskesmas yang tidak ada dokter disamping beberapa jenis tenaga kesehatan lainnya seperti analisis, gizi, sanitarian dan tenaga farmasi, dimana hampir 60 % tidak tersedia di Puskesmas,” ujarnya.

Tambahnya, sementara di RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, masih dibutuhkan beberapa dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terlebih-lebih pasca ditetapkan sebagai RS rujukan se kepulauan Nias oleh Menkes RI dan Gubernur Sumatera utara yang melayani 5 kabupaten/Kota se kepulauan Nias dengan jumlah penduduk ± 806.213 jiwa,” kata Sokhi’atulo.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, bahwa dibidang pembiayaan kesehatan, maka Pemerintah daerah Kabupaten Nias tetap komitmen menyediakan anggaran minimal sebesar 10 % dari anggaran belanja APBD setiap tahun anggaran untuk bidang kesehatan, namun besaran anggaran tentu disesuaikan dengan pagu anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah pusat.

“Pemerintah Kabupaten Nias juga menyelenggarakan program jamkesmas, untuk memberikan jaminan bagi penduduk yang belum tercover melalui PBI pusat dan PBI Provinsi Sumut khususnya masyarakat miskin dan tidak mampu. Pemerintah Kabupaten Nias telah menganggarkan Untuk tahun anggaran 2017 sebesar Rp 8 Milyar untuk membayar iuran peserta program jamkesmas yang telah integrasi dengan BPJS kesehatan sejak tanggal 1 Mei 2017 yang lalu hingga saat ini, dari 155.043 jiwa penduduk kabupaten Nias, yang telah memiliki jaminan kesehatan sebanyak 132.675 jiwa (85,57 %) dan yang belum sebanyak 22.368 jiwa (14,43 %) dan yang dibiayai melalui program jamkesmas Kabupaten Nias sebanyak 23.885 jiwa (18 %).
Pemerintah Kabupaten Nias juga berkomitmen untuk memenuhi akreditasi baik RSUD maupun Puskesmas, khusus RSUD Gunungsitoli telah terlaksana survey akreditasi rumah sakit versi 2012 oleh Tim KARS pada tanggal 7 s/d 9 November 2017 yang lalu, sehingga diharapkan RSUD Gunungsitoli dapat terakreditasi.
Puskesmas pendampingan telah dimulai untuk tahun ini dan pada tahun 2018 direncanakan dilaksanakan survey pada 7 (tujuh) Puskesmas dan target pada tahun 2019 dapat tercapai 1 puskesmas terakreditasi setiap kecamatan sesuai dengan roadmap yang telah disusun.. Ia juga memberitahu, bahwa untuk pelayanan kesehatan rujukan pada tahun 2017 ini telah dialokasikan DAK penugasan sebesar Rp. 42.268.561.000,- meningkat menjadi Rp. 53.406.208.000,- pada tahun 2018,” ungkap Sokhi’atulo.

Untuk pelayanan kesehatan dasar, pada tahun 2017 alokasi DAK sebesar Rp. 29.366.556.000,- meningkat menjadi Rp. 45.207.144.000,- pada tahun 2018, terdiri dari DAK fisik sebesar Rp.33.588.984.000,- dan DAK Non fisik sebesar Rp. 11.618.160.000,-, anggaran tersebut digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana RSUD Gunungsitoli, Puskesmas, pelayanan persalinan serta dukungan operasional upaya kesehatan dalam mendukung program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) dan pencapaian SPM bidang kesehatan di Kabupaten Nias.
Untuk memenuhi tenaga kesehatan, maka Kementerian kesehatan telah menempatkan tenaga kesehatan melalui Program WKDS (Wajib Kerja Dokter Spesialis ) sebanyak 2 orang di RSUD Gunungsitoli; Tim Nusantara Sehat di 5 (lima) puskesmas sebanyak 29 orang; dan 5 (lima) orang dokter umum melalui Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), saat ini Pemerintah daerah sedang menyiapkan konsep Prda tentang pengangkatan tenaga kesehatan daerah.

“Diharapkan pada tahun 2018 dapat diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD dan Puskesmas dimasa yang akan datang, serta berharap agar kementerian kesehatan RI tetap mengalokasikan DAK serta menempatkan tenaga kesehatan di kabupaten/Kota se kepulauan Nias melalui program secara berkelanjutan,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Nias memakaikan baju kebesaran adat Nias kepada Sekretaris Jenderal kementerian Kesehatan RI dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes. Adapun para rombongan yang ikut pada Kunker tersebut antara lain : drg.Usman Sumantri, M.Sc ( Kepala Badan PPSDM kesehatan ); dr. Tri Hesty Widyastuti, Sp.Mata, MPH (Direktur Yankes Rujukan); dr. Eka Viora, Spo Kj (Direktur Mutu dan Akreditasi); Drs. Setyo Budi Hartono, MM (Kepala Biro Keuangan); Sundoyo, SH, MKM, M.Hum (Kepala Biro Hukum); dr.Kalsum Komaryani, MPPM Kesehatan (Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan; Drs. Agustama Apt, M.kes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut); dr.Zamaan tarigan, M.kes (Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan) dan dari badan pengawas RS (BPRS) provinsi sumut. (Fesianus Ndraha)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan