Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka


Dugaan Rekaman Oknum DPRD Kabupaten Nias Ancam Kepala Dinas Semakin Viral Di Tataran Tokoh Masyarakat

Dugaan Rekaman Oknum DPRD Kabupaten Nias Ancam Kepala Dinas Semakin Viral Di Tataran Tokoh Masyarakat

Nias-suaraperubahan.co-Diduga Rekaman percakapan salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias bernisial FW dengan salah seorang Oknum Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi konsumsi publik di Pulau Nias saat ini.

Dugaan rekaman berdurasi pendek tersebut mengungkap bagaimana politik transaksional sudah menjadi jamak dalam konteks hubungan legislatif dan eksekutif. Seorang oknum anggota Dewan dengan beraninya mengancam oknum Kepala Dinas di salah satu SKPD dengan kata kata kotor yang spertinya hanya pas diucapkan oleh orang mabuk atau sedang tidak sadarkan diri, yang lebih parahnya adalah respon Oknum Kepala Dinas disalah satu SKPD tertentu di kabupaten Nias yg mencoba membuat situasi menjadi tenang dengan mengajak sang oknum anggota dewan untuk komunikasi lebih baik kita bicarakan nanti.

Ini membuktikan bahwasanya kedua belah pihak sepertinya sudah sama sama tahu bahwa hubungan transaksional terkait proyek sudah menjadi hal yang wajar dan wajib hukumnya antara kedua belah pihak selama ini, sehingga terjadipun maki-memaki, ancam mengancam seperti rekaman audio yang menjadi viral di tataran tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakat dianggap “Biasa Saja.”

Hal ini di katakan oleh Samabudi Zendrato sebagai Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Nias Corruption Watch Kepulauan Nias di Gunungsitoli ketika diwawancarai wartawan pada Jumat (17/11) sekitar pukul 10:00 WIB.

“Sesuai pemberitaan sebelumnya bahwa kepala dinas salah satu SKPD mengatakan kepada suaraperubahan.co “Santai Saja” artinya, sudah jelas bahwa kepala dinas di salah satu SKPD di Kabupaten Nias tersebut, sebelumnya diduga telah melakukan politik transaksional yang sudah menjadi jamak dalam konteks hubungan legislatif dan eksekutif,,” cetus Samabudi.

Samabudi menambahkan bahwa dalam durasi beberapa menit oknum Anggota DPRD Kabupaten Nias dengan beraninya melakukan pengancaman kepada kepala dinas.

“Walaupun kepala dinas menganggap sepeleh, atau sepertinya pasrah saja apapun ancaman dan makian dari oknum itu, ini menjadi pertanyaan juga,” ujarnya menegaskan.

Salah seorang warga masyarakat kepulauan nias, Sinema Aro Zega kepada suaraperubahan.co di Gunungsitoli mengatakan bahwa merasa heran setelah mendengar rekaman tersebut.

“Rumor yang beredar selama ini bahwasanya oknum anggota legislatif seperti sudah terbiasa kong kali kong dengan pihak pemerintah daerah untuk berbagai jatah proyek,” ujarnya menduga.

Lebih jauh Zega mengatakan beliau menduga bahwa anggota dewan sering melakukan ancaman kepada SKPD untuk mendapatkan proyek, sesungguhnya pihak aparat penegak hukum bisa menelusuri dan membongkar indikasi persengkongkolan ini dengan memanggil pihak-pihak terkait yang namanya di sebuat dalam rekaman audio yang sedang viral di masyarakat tersebut.

Zega mengatakan bila penegak hukum melakukan penelusuran rekaman audio yang sedang beredar tersebut maka tidak tertutup kemungkinan bahwa kebiasaan oknum-oknum anggota Dewan terhormat akan terbongkar dengan sendirinya atau sebuah jalan untuk membongkar kebiasaan politik transaksional antara legislatif dan eksekutif.

Sebelumnya oknum anggota DPRD Kabupaten Nias FW kepada suaraperubahan.co mengatakan ”Ah, itukan kesalahpahaman, siapa sich yang ngak enak kalau hak konstituen kita tidak di akomodir dan kalau kita juga di main-mainkan.Kesalahanpahaman itu, biasa terjadi dalam dunia demokrasi ini dan saya harap masalah ini jangan terlalu di besar-besarkan, sebagai wakil rakyat yang di pilih dan di percayakan oleh konstituen di Daerah Pemilihan kita, tentu dong kita perjuangkan, apapun itu alasannya” ucapnya.(Fesianus Ndraha)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan