Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

Faresa Lawolo Tumbang Ditikam Ohesokhi Lawolo, Kanitreskrim Polsek Gido : Surat Penangkapan Sudah Kita Keluarkan, Jika Jumpa Akan Kita Tangkap

Faresa Lawolo Tumbang Ditikam Ohesokhi Lawolo, Kanitreskrim Polsek Gido : Surat Penangkapan Sudah Kita Keluarkan, Jika Jumpa Akan Kita Tangkap
Nias, suaraperubahan.co- Terjadi penikaman dalam menyambut tahun baru 2018, hal itu dialami oleh Faresa Lawolo alias ama Reni (korban), dirinya ditikam oleh Ohesokhi Lawolo alias ama Rofi (pelaku) di sebuah rumah milik Hatoli Lawolo alias A. Yarni Lawolo, di Dusun 1 Desa Hiligodu Kecamatan Somolomolo Kabupaten Nias, senin (01/01/2018) pukul 11:00 Wib.
Informasi yang diterima wartawan, bahwa setiap akhir tahun Faresa Lawolo mengikuti Ibadah di Gereja BNKP Hiligodu resort 43, karna dia sebagai SNK (Satua Niha Keriso) digereja tersebut. setelah itu didepan Gereja BNKP tersebut ada sebuah rumah milik SNK Ama Yarni Lawolo lalu terlihat didalam rumah ama Yarni pelaku Ohesokhi Lawolo bersama ama putra Lawolo dan satu lagi ama Zeni Lawolo.
Pada saat itu,  Faresa Lawolo masuk kedalam rumah Ama Yarni Lawolo dengan tujuan menyapa dan menyalami orang didalam rumah Ama Yarni dengan ucapan ” Selamat Tahun Baru” setelah itu disalaminya Ohesokhi Lawolo, lalu seusai bersalaman, Ohesokhi Lawolo (Pelaku) langsung melakukan penikaman terhadap Faresa Lawolo, pisau yang tadinya telah dipersiapkan pelaku langsung di hujamkan dibagian Selangkangan kiri korban, panjang pisau belati tersebut di perkirakan kurang lebih 25 cm.
Setelah itu, korban Faresa Lawolo mengalami pendarahan yang sangat hebat yang mengakibatkan korban pucat, Setelah itu warga yang tadinya berada di rumah Ama Yarni Lawolo dan sebagian warga langsung mengambil tindakan dengan melarikan korban ke Rumah sakit umum Gunungsitoli utuk segera mendapatkan pertolongan.
Adek kandung korban Ones Lawolo menjelaskan  kepada wartawan mengatakan bahwa kejadian penganiayaan dan penikaman yang di alami abangnya Faresa Lawolo pada tanggal 1 Januari 2018 sekira pukul 11:00 WIB.
“Benar Ohesokhi Lawolo yang menikam abang saya ini,  pada saat kejadiannya saya lihat Pelakunya memegang sebilah pisau ditangan kanannya,  lalu pas melihatnya saya didepan Gereja, saya menyaksikan Ohesokhi Lawolo lari dengan cepat mengambil parang yang sudah disediakanya duluan dekat gereja dan langsung mengejar saya,  hingga saya melarikan diri  kearah rumah dengan meminta Tolong, Tolong,” ujarnya.
Tambahnya, kasus penganiayaan dan penikaman telah dilaporkan di Polsek Gido Jalan Pemuda No. 03 Hiliweto Gido, sesuai dengan Laporan Pengaduan Nomor: LP/01/I/2018/Ns-Gido.
” Motif dalam penganiayaan dan penikaman abang saya ini masih belum bisa disimpulkan karena para terlapor masih belum ditangkap,” tuturnya.
Harapan Ones, secepatnya pelaku penikaman ditangkap. “Harus serius Polsek Gido menangani kasus penganiayaan dan penikaman abang saya ini. Pelaku Ohesokhi Lawolo berkeliaran terus di wilayah Hukum Polsek Gido, hingga keluarga saya takut keluar rumah mencari makan, karena Ohesokhi Lawolo selalu mengancam keluarga saya apa bila ketemu lagi keluarga saya maka akan bertindak lagi seperti yang dilakukanya sama abang saya, ” ujar Ones Lawolo.
Korban sampai sekarang masih kritis di RSUD Gunung Sitoli. Sedangkan pelaku penikaman sampai sekarang masih berkeliaran dan belum di tangkap oleh pihak Kepolisian.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Gido Bripka Listono ketika dikonfirmasi wartawan Senin (15/1/2018) malam melalui selularnya mengatakan bahwa surat penangkapan sudah dikeluarkan. ” Akan ditangkap jika jumpa, keluarga korban mohon bersabar,” ujar Listono menjelaskan.(REZA)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan