Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

Kasus Pengadaan Bibit Karet di Pemkab Nias Rugikan Negara, Germapeknas Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Baru

Kasus Pengadaan Bibit Karet di Pemkab Nias Rugikan Negara, Germapeknas Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Baru
Medan-suaraperubahan.co-Puluhan Masyarakat dari Kepulauan Nias dengan mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Pemerhati Kepulauan Nias (GERMAPEKNAS) kembali melakukan aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Dijalan A.H Nasution Pukul 11.00 Wib, Senin (20/11/2017) Siang.

Turunnya massa sehubungan dengan belum jelasnya penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan Pengadaan Bibit Karet yang bersumber dari dana APBD TA. 2016, Dinas pertanian Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara dengan pagu dana senilai Rp. 2.040.000.000,- dalam HPS (harga perkiraan sementara) Rp. 1.755.000.000,-  dan Nilai kontrak sebesar Rp. 1.650.000.000,- yang dimenangkan oleh CV. NS, selaku wakil Direktur II an. DM,  berdasarkan temuan BPK Sumatera Utara (Badan Pemeriksa Keuangan) adanya kerugian keuangan Negara/Daerah senilai Rp. 580.000.000,- dan saat ini tengah berproses hukum di kejaksaan Negeri Gunung Sitoli.

Bahwa dalam proses penanganan kasus tersebut, sesuai dengan surat perintah Penyidikan Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli Nomor : PRINT-01/N.2.21/FD.1/02/2017, Tertanggal 27 Februari 2017, dimana telah menetapkan PPK a.n. KZ sebagai tersangka. Namun, hingga saat ini kasus tersebut terkesan berjalan ditempat, dibuktikan penetapan tersangka lainnya masih belum dilakukan, sementara PPK A.N. KZ telah mengungkapkan keterlibatan sejumlah pihak pada kasus ini.

Adapun Pernyataan Sikap yang disampaikan oleh Pimpinan Aksi GERMAPEKNAS, Liusman Ndruru. Pertama, meminta sekaligus mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk segera melakukan supervisi terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Pekerjaan Pengadaan Bibit Karet yang bersumber dari dana APBD TA. 2016. Kedua, meminta sekaligus mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan Gelar Perkara bersama dalam rangka mengusut dugaan keterlibatan sejumlah oknum yang diungkapkan oleh PPK A.n KZ, antara lain : Pengguna Anggaran an. FL, KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) An. ST, oknum Anggota DPRD Kab. Nias A.n. NM, ULP (Unit Lelang Pengadaan) Panitia Pokja VI, Penyedia Barang Jasa oleh CV. ND Wakil Direktur II an. DM, Sumber penyedia bibit oknum CV.WB. Ketiga, Meminta Sekaligus Mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Untuk melakukan monitoring/pengawasan terhadap kasus dimaksud dan melakukan upaya-upaya pengembalian kerugian keuangan negara serta bersama-sama dengan Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli melakukan penetapan tersangka lainnya yang diduga turut terlibat dalam kasus ini.

“Kita meminta Kejatisu untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus ini, tidak mungkin kasus korupsi hanya satu tersangkanya, ” ungkap pimpinan aksi, Liusman Nduru.
Kemudian pihak Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian menanggapi aspirasi dari massa dan mengucapkan bahwa dalam bulan ini akan ada tersangka baru.

Perwakilan dari GERMAPEKNAS akhirnya dibawa masuk oleh Sumanggar Siagian dan mendiskusikan hal tersebut di ruangannya.

Hasil dari diskusi tersebut, pimpinan aksi Liusman Ndruru mengatakan kasus ini akan segara dituntaskan sesuai dengan perbincangan terhadap perwakilan Kejatisu.

“Kita tunggu saja nanti, kita harapkan ucapan perwakilan dari Kejatisu benar adanya dan tersangka baru segera ditetapkan, ” ujar Liusman menegaskan lalu membawa massa beranjak dari Kejatisu. (REZA)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan