Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

“LUAR BIASA” Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprovsu Anggarkan Pembangunan Pabrik ES Berbiaya Rp 2 Miliar, Kabid Tangkap “Susah Di Temui”

“LUAR BIASA” Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprovsu Anggarkan Pembangunan Pabrik ES Berbiaya Rp 2 Miliar, Kabid Tangkap “Susah Di Temui”
Medan-suaraperubahan.co-Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sumatra Utara (Sumut) Zulkifli meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) untuk mengawasi setiap anggaran yang ada Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintahan Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu).
Hal itu diungkapkannya ketika diwawancarai wartawan pada Jumat (13/10/2017) siang terkait dengan adanya informasi anggaran yang janggal di Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang dipimpin oleh Zonny Waldy sebagai Kepala Dinasnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017.
Adapun anggaran yang terlihat yaitu di program pengembangan perikanan tangkap dengan sasaran produksi perikanan tangkap, ekspor hasil perikanan. Dalam program itu, ada poin-poin anggaran diantaranya pada poin 30 pengadaan genset di UPT PPP Tanjungbalai-Asahan dengan sasaran menurunnya dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas pelabuhan target satu unit dengan anggaran Rp 150 juta. Poin 31 yaitu Rehab Gudang di UPT-PPP Tanjungbalai-Asahan dengan sasaran meningkatnya fasilitas di UPT PPP Tanjungbalai-Asahan untuk mendukung kinerja UPT target 1 Paket dengan anggaran Rp 100 juta. Poin 32 yaitu Operasional UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Timur Tanjungbalai-Asahan sasaran meningkatnya kinerja di UPT PPP Tanjungbalai-Asahan dengan anggaran Rp 300 juta.
Selain itu, anggaran janggal terlihat pada poin 35 yaitu pembangunan pabrik es yang belum diketahui keberadaannya dengan target 1 unit dengan anggaran Rp 2 miliar. Selanjutnya yang lebih janggal lagi, pada poin 36 diprogram yang sama terlihat Dinas Kelautan dan Perikanan mencanangkan pengadaan genset dengan target 1 paket yang dianggarkan Rp 500 juta. Bukan disitu saja, pada poin 38 yaitu penimpunan Halaman Kantor UPT PPI Belawan dengan anggaran Rp 1 miliar.
“Dimana diletakkan pabrik es yang anggaran Rp 2 miliar? Mengapa anggaran pengadaan genset pada poin 30 dan 36 berbeda? Untuk itu, pihak Kejatisu dan instansi berwenang diharapkan berperan dalam kegiatan ini agar tidak terjadi kerugian negara,” ujar Zulkifli kepada wartawan.
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu Zonny Waldi ketika dikonfirmasi wartawan melalui selularnya pada Rabu (13/9/2017) siang mengatakan agar komunikasi dengan Sekretarisnya. Sedangkan Sekretarisnya ketika dikonfirmasi menyarankan agar langsung ke Kabid.
“Kekabid saja ya dek, saya buru-buru,” ujar Sekretaris wanita ini yang enggan menyebutkan jatidirinya sambil berlalu.
Sedangkan Kabid Tangkap yang membidangi pembangunan pabrik es bernama Raja ketika ditemui wartawan sedang berada diluar kota, bahkan wartawan sudah berulang kali datang kekantornya. Namun Kabid Tangkap jarang ada dikantornya.(REZA)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan