Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

Mahasiswa Unimed Kunjungi DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST : Giatkan Kembali Budaya Intelektual Kampus 

Mahasiswa Unimed Kunjungi DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST : Giatkan Kembali Budaya Intelektual Kampus 

Medan-suaraperubahan.co-Mahasiswa Jurusan PPKn, Universitas Negeri Medan (Unimed), berkunjung ke DPRD Sumatera Utara (Sumut), Selasa (28/11/2017) jam 16.00 Wib. Kedatangan mereka disambut Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan ST. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari pembahasan sosial, politik, mahasiswa masa kini dan persoalan seputar daerah ini. Para mahasiswa mendapat kesan bahwa gedung wakil rakyat ini tidak sakral dan tidak eksklusif.

“Ternyata sangat mudah bertemu dengan anggota dewan di sini. Tidak sulit atau sakral seperti yang dibilang orang-orang,” kata Lamris Tambunan bersama 4 orang rekannya, Roilah Nasution, Enda Debora Simanjorang, Rosa Pulung Padang, Yessi Yunelva Sinaga.

Mahasiswa asal Pematangsiantar ini mengaku kunjungan ke gedung dewan bersama rekan-rekannya karena ingin mengetahui dinamika dunia legislatif. Selain itu, mereka juga ingin lebih banyak mengetahui tentang dunia politik dan ide-ide berkewarganegaraan dari wakil rakyat asal daerah pemilihan Sumut VII ini.

“Kemarin, (Senin, 27/11/2017) Pak Sutrisno menjadi narasumber di kampus kami. Nah, kami masih ingin menggali lebih banyak dan berdiskusi tentang ide dan gagasan beliau,” ujarnya.

Mereka mengaku cukup frustrasi dengan sambutan dari lembaga pemerintahan yang terkesan lebih cuek dan kasar. Beberapa kali mereka mencoba bertemu dengan pejabat di jajaran Pemko Medan, Kabupaten Deliserdang dan bahkan ke tingkat kecamatan, tidak pernah diterima dengan baik. Mereka bahkan “dibola-bola” sampai akhirnya jadwal pertemuan pun dibatalkan sepihak.

“Kami kira di DPRD Sumut juga seperti itu. Tapi rupanya tidak. Kami dapat bertemu langsung dengan Pak Sutrisno yang bisa menyempatkan waktu untuk kami,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, para mahasiswa diingatkan kembali oleh Sutrisno agar menggiatkan kembali budaya intelektual kampus dengan memperbanyak diskusi ilmiah. Menurutnya, itu adalah salah satu identitas kampus yang perlahan hilang. Bahkan, mahasiswa sekarang lebih diidentikkan sebagai tukang demo, bikin rusuh dan penganut hidup hedonisme daripada dikenal sebagai kaum intelek.

“Hilangnya budaya kampus membuat imej mahasiswa sebagai agent of change perlahan memudar. Ini harus kembali digalakkan agar mahasiswa tidak kehilangan identitas,” ujarnya.

Menjelang pemilihan gubernur 2018, Sutrisno mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga independensi kampus yang bebas dari pengaruh politik praktis dan pragmatis. Mahasiswa, kata Sutrisno, bisa mengambil peran penting dalam pesta demokrasi, namun dengan cara-cara yang intelek dan menyentuh kepentingan publik.

“Jangan sampai mahasiswa lebih suka mengundang para calon gubernur daripada mempersiapkan kriteria pemimpin ideal. Makanya, mahasiswa PPKn Unimed ini harus menginisiasi munculnya syarat-syarat yang harus dipenuhi calon pemimpin rakyat. Mahasiswa harus mencerdaskan rakyat, bukan malah ikut-ikutan menjerusmuskan ke arah kesesatan,” ujarnya.

Maksudnya, sambung Sutrisno, jangan sampai kepercayaan masyarakat yang mulai menipis ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis dengan “menjual” nama mahasiswa dan kampus. Sutrisno juga mengatakan, sudah saatnya diskusi ilmiah kampus mengkaji urusan-urusan rakyat yang dimulai dari hal-hal kecil, namun sebenarnya berdampak besar.

“Semua pejabat publik diangkat dengan bersumpah di atas kitab suci masing-masing agama, tapi tidak ada yang mengkaji seefektif apa sumpah atau janji jabatan itu dalam rangka peningkatan kinerja yang berlandaskan kebenaran dan keadilan,” ujarnya.

Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan periode 2003-2005 ini mengatakan, mahasiswa harus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan melalui budaya membaca. Karena menurutnya, berdasarkan informasi bahwa minat baca mahasiswa hari ini sangat rendah. Untuk itu, Sutrisno meminta mahasiswa Unimed, khususnya mahasiswa jurusan PPKn harus menjadi pelopor gerakan gemar membaca, bahkan menulis.

“Saya suka membaca dan menulis. Makanya, ide-ide dan gagasan saya yang banyak dianggap hal baru oleh publik atau orang lain, adalah hasil membaca. Jadi, adik-adik harus membiasakan menulis yang didahului dengan kebiasaan membaca,” pungkasnya. (REZA)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan