Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

Sistem PPDB Online Tahun 2017 Carut-Marut, Ketua BBH JPKP DPW Sumut Angkat Bicara Dan Katakan Ini

Sistem PPDB Online Tahun 2017 Carut-Marut, Ketua BBH JPKP DPW Sumut Angkat Bicara Dan Katakan Ini

Medan-suaraperubahan.co-Rudy Chairuriza Tanjung SH, selaku Ketua Biro Bantuan Hukum (BBH) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumut kepada wartawan menceritakan tentang carut-marutnya sistem Penerimaan Peserta Didik Berbasis (PPDB) Online di Sumatra Utara Tahun 2017 ini. Akibat dari carut-marutnya sistem ini, ratusan siswa menjadi korbannya.

“Carut marut sistem PPDB Tahun 2017 di Sumatera Utara yang akhirnya menimbulkan beragam polemik di dunia pendidikan di Sumatera Utara,” ujarnya kepada wartawan Rabu (4/10/2017) siang.

Adapun berbagai polemik tersebut berdampak kepada peristiwa di DO nya 180 siswa di SMUN 2 Medan dan 80 siswa di SMUN 13 Medan yang terhitung hingga saat ini sudah hampir 2 bulan anak-anak generasi penerus bangsa tersebut mengecap pendidikan di sekolah masing masing tersebut.

“Seharusnya kita semua berpandangan pada keadaan, ada apa, Mengapa, Siapa aktor intelektualnya dan kenapa hanya mereka? Ada apa ini?,” ujar Rudy menjelaskan.

Dirinya menerangkan bahwa ada apa yang terjadi dengan kondisi dunia pendidikan di Sumatera Utara, apakah PPDB 2017 di Sumatera Utara pelaksanaannya di tiap tiap sekolah udah sesuai dengan Peraturan PPDB 2017 yang telah di terbitkan? Mengapa hanya SMUN 2 Medan dan SMUN 13 Medan saja, kenapa tidak SMUN lain juga di audit, apakah nunggu ada laporan terlebih dahulu baru di proses?, kan tidak harus begitu,” tuturnya.

Rudy menegaskan bahwa saat ini yang harus di telusuri siapa aktor utama sehingga polemik ini sampai terjadi, dalam hal ini harus juga ditelusuri sampai ke sumbernya, jangan sistem yang salah lalu serta merta siswa jadi yang langsung dipersalahkan.

“Ingat, walaupun sistem yang salah namun mereka itu adalah korban dari perbuatan oknum di dunia pendidikan yang tidak bertanggung jawab. Kita harus melihat faktor psikologi anak anak tersebut juga dan jangan pernah membuat kesimpulan kalau dari awal salah, maka nanti hidup kedepannya juga salah. Anak anak itupun dari awal pasti saya yakini tidak mengetahui kalau cara mereka masuk salah, mereka hanya ikut apa kata orang tua. Orang tua ikut akan petunjuk sekolah, bisa dianggap orang tua dan siswa adalah korban penipuan. Apakah benar tindakan DO yang diberikan pada siswa siswa. Walau siswa hanya 20% dari populasi manusia di dunia,
tapi mereka adalah 100% dari masa depan kita semua,” ungkap Rudi menjelaskan.(REZA)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan