Suara Perubahan

Berpikir Kritis Berjiwa Merdeka

Temuan Ratusan Murid Sisipan, Wagubsu : Kepala Sekolah SMAN 2 dan 13 Akan Diistirahatkan Dari Jabatannya

Temuan Ratusan Murid Sisipan, Wagubsu : Kepala Sekolah SMAN 2 dan 13 Akan Diistirahatkan Dari Jabatannya

Medan-suaraperubahan.co-Wakil Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Brigjen Purn Nurazizah Marpaung memastikan bahwa kedua Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 dan 13 Medan bakal menerima sangsi. Hanya saja Wagubsu belum memastikan sangsi apa yang bakal diterima oleh keduanya.

Hal itu ditegaskannya ketika diwawancarai wartawan digedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol pada Senin (11/9/2017) siang.

“Kepala Sekolah SMAN 2 dan SMAN 13 pastinya akan menerima sangsi, ada perbuatan yang menyalahi, pasti akan dikenakan sangsi,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumut yang diusung dari Partai Hanura ini menjelaskan bahwa sangsi yang diterima oleh kedua Kepala Sekolah itu tak lain yaitu harus diistirahatkan jadi Kepala Sekolah.

“Sangsinya, baiknya diistirahatkan dululah kedua Kepala Sekolah itu dari jabatannya,” terang Wagubsu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatra Utara Brigjen Nurazizah Marpaung menerangkan akan tetap memindahkan ratusan murid dianggap siluman yang ada di SMAN2 dan SMAN 13 Medan. Meskipun orang tua siswa merasa keberatan jika anak-anaknya dipindahkan sekolah dari SMAN tersebut.

“Jika saya orang tuanya pasti saya akan menolak, tapi tidak ada jalan lain, saya sudah teken surat penyesuaian ratusan siswa SMAN 2 dan SMAN 13 yang disisipkan oleh Kepala Sekolahnya. Siswa sekolah tersebut tetap akan dipindahkan kesekolah Swasta. Jangan biarkan mereka mencari sekolah sendiri, kita (pemerintah) yang akan mencarikan mereka sekolah swasta dan tidak boleh satu anakpun yang tidak bersekolah karena tidak ada tempat,” ujar Wagubsu.

Meskipun orang tua siswa keberatan, namun kebijakan ini tetap akan terjadi. Walaupun orangtua anak seribu kali menolak pun, karena anaknya tidak terdaftar tetap akan dipindahkan.

“Seribu kali menolak, tetap anaknya tidak terdaftar gimana. Dalam waktu dekat kita akan memanggil kembali orangtua siswa untuk memindahkan murid-murid yang menyalahi. Kalaupun disekolahkan anak-anaknya tiga tahun, tapi kalau akhirnya tidak bisa ikut UN bagaimana? Orang tua siswa harus bisa menerima, itulah kenyataannya. Tetap semuanya akan diarahkan keswasta tanpa terkecuali, semua sekolah swasta sudah diatur masing-masing yang terdekat dengan zona sekolah itu,” ujar Wagubsu.
(REZA)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan